Pemaparanyang berlebihan terhadap radiasi UV-B juga dapat merusak kehidupan tumbuhan di darat, organisme bersel tunggal, dan ekosistem perairan. Radiasi UV yang lain, yaitu UV-A, yang tidak terserap oleh ozon, dapat menyebabkan penuaan kulit secara prematur. Penyerapan radiasi UV-B oleh ozon merupakan sumber panas di stratosfir. Penemuansinar-X dianggap sebagai salah satu penemuan penting dalam fisika. Sinar-X ditemukan oleh ahli fisika Jerman bernama Wilhelm Rontgen saat sedang mempelajari sinar katoda. Cara paling umum untuk memproduksi sinar-X adalah melalui mekanisme yang disebut bremstrahlung atau radiasi perlambatan. Ketikamata kita terkena sinar matahari, maka tangan kita akan berusaha menutup mata atau mata kita berkedip. Contoh bahwa makhluk hidup peka terhadap rangsang adalah . answer choices . Membutuhkan oksigen. Ciri-ciri yang paling tepat menyatakan bahwa gambar berikut ini bukan makhluk hidup adalah karena tidak mampu . Padahalmakhluk hidup jenisnya banyak sekali di Bumi. Mulai dari irganisme yang sangat kecil, binatang melata, mamalia, tumbuhan, ganggang. lumut, hingga manusia itu sendiri. Setiap makhluk hidup memiliki ciri masing-masing yang khas dan membedakan dari satu individu dengan individu yang lainnya. View ECONOMIC 1301025103 at Mulawarman University. Sinar UV Pendahuluan Sinar matahari mempunyai peran yang besar terhadap kelangsungan hidup semua makhluk. Tanpa sinar Daaaan. pesan paling mengena hari ini tentang peka Ya, disebutkan dalam novel yang aku baca kalau peka itu adalah salah satu ciri dari makhluk hidup Aku jadi mikir deh suer habis baca kalimat itu Apakah peka terhadap perasaan seseorang juga termasuk di dalam ciri tersebut? Ya secara perasaan kan kadang diekspresikan seseorang melalui stimulus Intibumi bagian dalam merupakan bagian bumi yang paling dalam atau dapat juga disebut inti bumi. inti bumi mempunyai tebal 1200km dan berdiameter 2600km. inti bumi terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat mencapai 4800°C Makhluk hidup memiliki beberapa ciri, yaitu bernapas, bergerak, makan, tumbuh, peka terhadap Kerafmemberikan minimal ada Sembilan prinsip dalam etika lingkungan hidup, yaitu: 1. Prinsip sikap hormat terhadap alam (respect for nature) Manusia mempunyai kewajiban menghargai hak semua makhluk hidup untuk berada, hidup, tumbuh, dan berkembang secara alamiah sesuai dengan tujuan penciptanya. Untuk itu manusia perlu merawat, menjaga KATAPENGANTAR. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang tepat pada waktunya yang berjudul "KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA". Makalah ini berisikan tentang KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP DAN PERSEBARANNYA yang Polainteraksi antara dua makhluk hidup yang saling menguntungkan adalah . answer choices . A. cacing pita dan sapi. B. benalu dan inangnya. C. tali putri dan beluntas Makhluk hidup yang paling peka terhadap sinar ultraviolet adalah . answer choices . A. hewan. B. bakteri. C. manusia. D. tumbuhan

A. hewan

alternatives Bakteriadalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. Mereka tersebar (berada di mana-mana) di tanah, air, dan sebagai simbiosis dari organisme lain. * sinar matahari, * air, * garam mineral yang diserap Makhluk hidup peka terhadap perubahan yang terjadi disekitarnya. Alat pengenal lingkungan pada manusia dan hewan berupa indra. Yangtermasuk ciri-ciri makhluk hidup adalah bernapas, bergerak, makan, mengeluarkan zat sisa, tumbuh, berkembangbiak, peka terhadap rangsang dan beradaptasi. 1.Bernapas Yaitu proses mengambil atau menghirup O2 dan mengeluarkan CO2 ( karbondioksida ) , Oksigen di dalam tubuh manusia digunakan untuk proses oksidasi, yaitu proses pembakaran Evolusionismenjawab pertanyaan ini dengan mengatakan bahwa makhluk hidup pertama adalah sel tunggal yang terbentuk dengan sendirinya dari benda mati secara kebetulan. atmosfer bumi kaya akan senyawa uap air, CO2, CH4, NH3, dan Hidrogen. Karena adanya energi radiasi benda-benda angkasa yang amat kaut, seperti sinar Ultraviolet, memungkinkan Jadimakhluk hidup mempunyai ciri peka terhadap rangsangan. Dampaknya tidak akan tersaringnya sinar ultraviolet oleh lapisan ozon sehingga kulit mudah terbakar, timbul kanker kulit, lensa mata mudah terkena katarak, fotosintesis terganggu. Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISNA (infeksi saluran napas atas), termasuk di Lingkunganadalah segala sesuatu yang ada disekitar kita ( makhluk hidup ). Contohnya : meja, kursi, cahaya, udara, mamusia, hewan, tumbuhan, dsb. Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan xmsHss. PembahasanSelain menguntungkan, sinar ultraviolet juga membahayakan kehidupan kita. Contoh bahaya sinar ultraviolet adalah menyebabkan kanker kulit membakar memerahkan kulit mempercepat proses penuaan memicu kerusakan mata memudarkan warna Jadi, salah satu bahaya sinar ultraviolet adalah dapat menyebabkan kanker menguntungkan, sinar ultraviolet juga membahayakan kehidupan kita. Contoh bahaya sinar ultraviolet adalah menyebabkan kanker kulit membakar memerahkan kulit mempercepat proses penuaan memicu kerusakan mata memudarkan warna Jadi, salah satu bahaya sinar ultraviolet adalah dapat menyebabkan kanker kulit. JAKARTA - Sinar ultraviolet UV menjadi alasan utama manusia di Bumi perlu menggunakan tabir surya. Namun, para ahli masih mencari tahu dari mana sinar ini awalnya berasal. Miliaran tahun lalu, sebuah meteroit yang mengambang di tata surya awal menyaksikan radiasi UV membobardir planet yang baru lahir. Ada perdebatan apakah sejumlah besar sinar UV berasal dari bintang-bintang kuno yang ada sebelum matahari atau dari matahari itu sendiri. Meteorit itu adalah Acfer 094. Melalui isotop yang ditemukan di meteroit ini, terungkap bahwa cahaya UV itu mungkin berasal dari bintang masif yang sudah lama mati. Misi Genesis dari Badan Antariksa Amerika NASA pada tahun 2011 menemukan bahwa isotop oksigen di Bumi, Bulan, dan objek lain yang relatif dekat berbeda dengan isotop oksigen dari Matahari. Saat ini, meteorit Acfer 094 membuktikan bahwa iradiasi tata surya pada awalnya disebabkan oleh bintang-bintang selain yang diorbit oleh Bumi. Hal ini diungkap oleh ahli astrofisika dari Universitas Washington di St. Louis, Lionel Vacher. Vacher memimpin studi yang baru-baru ini diterbitkan di Geochimica et Cosmochimica Acta. “Acfer 094 adalah meteorit yang sangat menarik dan unik. Ini adalah salah satu meteorit yang paling primitif kami miliki karena mineralogi dan komposisi kimianya memberi tahu kami bahwa meteorit ini belum dimodifikasi secara signifikan setelah pertambahannya oleh proses asteroid sekunder,” ujar Vacher dilansir Syfy, Senin 12/7. Meteorit tersebut adalah kapsul waktu di mana isotop dari awal gas dan debu yang berasal tata surya lainnya masih tersimpan. Untuk informasi, sebagian besar meteorit yang jatuh ke Bumi telah melalui proses seperti perubahan hidrotermal dan pemanasan akibat tumbukan saat tata surya terbentuk, maupun zat radioaktif. Acfer 094 memiliki sifat yang hampir murni. Asteroid itu tidak mengalami perubahan hidrotermal. Bagaimana objek ini bisa lolos dari kerusakan ruang tidak diketahui, tetapi mungkin terbentuk jauh, di luar Jupiter, dari es hidrogen sulfida, bahan organik dan bahan presolar. Tidak ada meteorit lain yang diketahui mengandung campuran oksida besi, besi sulfida dan beberapa isotop oksigen terberat ini. Inilah yang menunjukkan bahwa fajar sinar UV di tata surya tidak berasal dari Matahari. Sebab, matahari memiliki enam persen lebih banyak isotop oksigen paling ringan dibanding semua bintang yang mengorbit. Jadi, bintang apa yang menerangi tata surya dengan begitu banyak sinar UV? Bintang yang lebih kecil seperti Matahari biasanya terbentuk dekat dengan bintang besar tipe O dan B. Bintang-bintang yang sangat energik ini hidup cepat dan mati dengan susah payah. Spektrum UV bintang-bintang tersebut juga sangat berbeda dari bintang seperti Matahari. Sinar UV benda ini memecah gas hidrogen sulfida, yang meninggalkan isotop belerang berat. Salah satu, atau keduanya adalah jenis bintang mungkin berada di gugus yang sama dari mana Matahari muncul. Ketika radiasi kuat bintang O atau B atau keduanya memecah gas seperti hidrogen sulfida, ini menciptakan isotop yang membentuk lingkungan yang berkembang di awan kabur tempat Matahari terbentuk. Jika Anda ingin mendapatkan manfaat sinar UV, pastikan Anda berada di jam-jam yang benar. Karena terlalu lama terpapar sinar matahari justru berbahaya bagi kesehatan. Kamu pasti sudah sering mendengar atau membaca anjuran untuk menggunakan tabir surya agar melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet yang dapat merusak kulit. Jadi apa yang dimaksud dengan sinar ultraviolet? Kenapa bisa bermanfaat dan berbahaya sekaligus? Apa itu Sinar Ultraviolet? Sinar ultraviolet adalah radiasi gelombang elektromagnetik yang berasal dari matahari. Sinar ini tidak bisa dilihat oleh mata. Namun, beberapa hewan seperti lebah, burung, dan kupu-kupu bisa melihat sinar UV dengan jelas. Tidak semua sinar ultraviolet yang berasal dari matahari bisa mencapai permukaan bumi. Lapisan ozon berhasil mencegah sinar ultraviolet tertentu untuk mencapai bumi. Jenis-Jenis Sinar Ultraviolet yang Perlu Kamu Tahu Radiasi sinar ultraviolet yang berasal dari matahari memiliki tiga jenis sinar radiasi yang dibagi berdasarkan panjang gelombang. Semakin pendek gelombangnya, semakin berbahaya. Apa saja jenis-jenis sinar ultraviolet? Jenis sinar UV terdiri dari Sinar UVA. Sinar UVA memiliki panjang gelombang 315-400 nm dan memiliki panjang gelombang yang paling panjang diantara sinar UV lainnya. Tahukah kamu kalau 95% dari sinar ultraviolet yang mencapai bumi adalah sinar UVA. Sinar ini dianggap sebagai sinar ultraviolet yang paling kuat dan mampu menembus awan serta kaca dan bahkan tetap ada di saat cuaca mendung ataupun hujan. Sinar UV A juga dapat menyerap lebih dalam hingga ke lapisan dermis. Dermis adalah lapisan kulit kedua setelah epidermis dimana ia berfungsi sebagai pelindung dalam tubuh. Sinar UVB. Sinar UVB memiliki panjang gelombang 280-315 nm. Sinar UVB dapat terserap oleh awan dan tidak dapat menembus kaca, namun jangkauan paparannya hanya dapat mencapai lapisan epidermis kulit. UVB dapat menyebabkan kulit memerah, perih dan terbakar. Sinar UVC. Sinar UVC memiliki panjang gelombang yang paling pendek yaitu 180-280 nm dan merupakan sinar ultraviolet yang paling berbahaya bagi kulit. Namun sinar UVC tidak bisa menembus lapisan ozon, sehingga sinar ini tidak bisa mencapai permukaan bumi. Manfaat Sinar UV Bagi Kesehatan Meskipun banyak rumor menakutkan tentang sinar ultraviolet, manusia dan makhluk hidup lainnya yang ada di bumi sangat membutuhkan sinar UV. Sinar ultraviolet ternyata memiliki beberapa manfaat yang baik bagi kesehatan. Apa saja manfaat sinar UV? 1. Meningkatkan produksi vitamin D Paparan sinar ultraviolet dibutuhkan untuk merangsang produksi vitamin D di dalam tubuh. Vitamin D diperlukan untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor di usus, sehingga dapat memperkuat tulang, gigi, serta otot. Tidak hanya itu, vitamin D juga dapat membantu mencegah berbagai penyakit, seperti rakitis, osteoporosis, hipertensi, diabetes tipe 1 dan 2, serta multiple sclerosis. 2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh Sinar ultraviolet dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Saat terpapar sinar uv, tubuh akan menghasilkan lebih banyak sel darah putih yang berfungsi sebagai perlindungan tubuh. Sel darah putih memegang peranan penting dalam melawan berbagai penyebab infeksi. 3. Memperbaiki kualitas tidur Paparan sinar matahari yang mengandung UV dapat merangsang produksi hormon melatonin di dalam tubuh. Melatonin adalah hormon yang berperan mengatur siklus tidur. Jika kadar melatonin di dalam darah rendah, siklus tidur Anda dapat terganggu. 4. Mengobati penyakit kulit Paparan sinar ultraviolet juga diyakini bermanfaat untuk membantu mengatasi berbagai penyakit kulit, mulai dari jerawat, eksim, hingga psoriasis. 5. Mencegah depresi Apa hubungannya depresi dengan sinar UV? Kurangnya paparan sinar matahari berakibat pada menurunnya kadar hormon serotonin di dalam tubuh, sehingga lebih mudah terjadi depresi. 6. Mengurangi risiko kanker Terpapar sinar ultraviolet secara berlebihan memang bisa memicu kanker kulit. Namun dalam kadar yang tepat, paparan sinar ultraviolet justru bisa mencegah berbagai penyakit kanker, seperti kanker prostat, kanker pankreas, kanker ovarium, kanker usus besar, dan kanker getah bening limfoma Hodgkin. Bahaya Sinar UV Bagi Kesehatan Selain memiliki manfaat, sinar ultraviolet juga berisiko menimbulkan bahaya pada kesehatan terutama jika kamu terpapar sinar UV secara berlebihan. Apa saja bahayanya? 1. Kulit terbakar Paparan sinar ultraviolet berlebih bisa menyebabkan kulit mengalami kondisi yang disebut dengan istilah sunburn atau terbakar. Biasanya kondisi ini disebabkan karena kamu mengalami sengatan matahari secara langsung dalam waktu yang lama. Kulit akan menunjukkan tanda-tanda terbakar setelah empat hingga lima jam setelah terpapar sinar matahari. Saat mengalami sunburn biasanya kamu akan mengalami berbagai gejala seperti kulit kemerahan, nyeri, pembengkakan, melepuh, dan berkerak. 2. Memunculkan tanda-tanda penuaan Paparan sinar matahari berlebih biasanya membuat kulit Anda mengalami berbagai perubahan dari mulai warna hingga teksturnya. Pasalnya, seiring dengan berjalannya waktu, sinar UV dapat merusak serat-serat di kulit yang disebut elastin. Ketika serat ini rusak maka kulit akan mengendur dan meregang. Tak hanya itu, paparan sinar UV berlebih juga menyebabkan kulit mengalami bintik putih dan juga gelap. Selain itu, kamu juga akan merasakan kulit yang lebih kasar dari biasanya dan juga kering. Saat terlalu kering, kulit akan mudah keriput sehingga kamu akan terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. 3. Meningkatkan risiko kanker kulit Sinar UVB pada cahaya matahari selain menyebabkan kulit terbakar juga dapat merusak DNA dan menekan sistem kekebalan kulit. Sementara sinar UVA dapat menembus dan merusak membran sel kulit serta DNA di dalamnya. Kerusakan yang berkembang selama bertahun-tahun ditambah dengan pertambahan usia meningkatkan risiko kamu terkena kanker kulit seperti karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma ganas. 4. Merusak mata Terlalu lama menatap matahari dengan mata telanjang bisa menyebabkan penyakit katarak. Katarak bisa berakhir dengan kebutaan. Menatap terlalu lama sinar ultraviolet tanpa menggunakan pelindung mata dapat membakar mata layaknya kulit yang terbakar. Mata yang menatap langsung matahari juga dapat melukai retina. Area dibelakang mata yang bertanggung jawab terhadap penglihatan ini akan rusak secara permanen. Selain katarak, ancaman radiasi sinar ultraviolet yang lain terhadap mata adalah kanker kulit yang menyerang kelopak dan daerah sekitar mata, paparan yang terlalu lama akan meningkatkan resiko ini. Gunakan kacamata hitam sebagai pelindung. 5. Mengubah warna rambut Berdiam diri di bawah sinar matahari siang tanpa pelindung kepala menyebabkan rambut rusak. Selain kusam dan kasar, ultraviolet pada sinar matahari siang juga dapat menyebabkan pigmen rambut berubah warna menjadi merah. Tips Mencegah Sekaligus Mengatasi Bahaya Sinar UV Untuk memperoleh berbagai manfaat paparan sinar matahari dengan risiko efek samping yang kecil, disarankan berjemur sebelum jam pagi, agar terhindar dari bahaya sinar ultraviolet. Waktu berjemur terbaik adalah antara jam - pagi dan berjemurlah selama 5-15 menit, sebanyak 2-3 kali seminggu. Pastikan kamu berjemur pada waktu yang tepat dan tidak berlebihan. Dan sangat wajib menggunakan tabir surya atau sunscreen untuk melindungi kulit dari sinar UV. Kamu pasti tahu betapa pentingnya produk yang satu ini untuk orang-orang yang tinggal di negara tropis, seperti Indonesia. Ini tips untuk memilih jenis SPF/sun protection factor sunscreen yang cocok Aplikasikan lotion SPF yang mengandung setidaknya SPF 30 atau di atasnya, 15 menit sebelum berjemur atau antara 20-30 menit sebelum beraktivitas di luar. Ini dilakukan agar ada cukup waktu untuk lotion terserap ke dalam kulit dan bekerja dengan efektif. Disarankan menggunakan sunscreen SPF 50++ karena mampu melindungi kulit lebih baik dan lebih lama. Cek masa kadaluarsa produk sunscreen agar khasiatnya tetap ampuh dan aman digunakan. Simpan lotion SPF di tempat yang sejuk dan hindari sorotan sinar matahari secara langsung. Perlu diingat, lotion SPF hanya mampu melindungi kulit dari terik matahari untuk sementara waktu. Jadi jangan sampai lupa untuk mengoleskan lotion kembali beberapa jam sekali jika kamu masih berada di luar ruangan dan tiap dua jam setelah berenang. Nah kamu juga bisa loh, memanfaatkan peluang ini untuk bisnis. Kamu bisa buat produk sunscreen dengan brand milik kamu bersama kami. Peluangnya masih sangat luas dan terbuka. Formula dan bahan baku bisa kamu tentukan. Buatlah produk sunscreen berkualitas dan unik bersama kami. Sumber What Is Ultraviolet Light? What’s the Difference Between UVA and UVB Rays? Sering dengar bahaya sinar ultraviolet? Jangan sampai salah kaprah, sinar ultraviolet atau UV ini ternyata punya manfaat lho buat kesehatan kita. Yuk, coba kita cari tahu definisi, manfaat, dan bahayanya bagi kesehatan di sini! Apa itu Sinar Ultraviolet?Sinar ultraviolet adalah radiasi gelombang elektromagnetik yang berasal dari matahari. Sinar ini tidak dapat dilihat oleh mata karena panjang gelombang sinar berwarna ungu ini sangat panjang. Beberapa hewan seperti lebah, burung, dan kupu-kupu dapat melihat sinar UV dengan jelas. Tenang saja, tidak semua sinar ultraviolet ini menembus lapisan ozon dan mencapai permukaan bumi. Jenis-jenis Sinar Ultraviolet Radiasi sinar ultraviolet terdiri dari tiga jenis sinar yang memiliki panjang gelombang berbeda. Semakin pendek gelombang sinar uv, maka akan semakin berbahaya. Berikut ini adalah jenis-jenis sinar ultraviolet 1. Sinar UV ASinar UV A memiliki panjang gelombang 315-400 nm dan memiliki panjang gelombang paling panjang sehingga 95% sinar ultraviolet yang mencapai bumi adalah UV A. Gak cuma itu, sinar ini juga mampu menembus awan dan kaca serta ada di saat mendung, hujan, maupun bersalju. Sinar inilah yang dapat menembus hingga ke lapisan dalam kulit atau dermis. 2. Sinar UV B Sinar UV B memiliki panjang gelombang 280-315 nm. Sinar UV B dapat dihalangi atau dipantulkan oleh awan dan tidak dapat menembus kaca, tapi UV B memiliki kemampuan untuk menembus lapisan epidermis atau lapisan terluar kulit. Sehingga paparan sinar ultraviolet B dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kulit memerah, perih, dan terbakar. 3. Sinar UV C Sinar UV C memiliki panjang gelombang yang paling pendek yaitu 180-280 nm. Sinar ultraviolet ini adalah sinar yang paling berbahaya bagi kulit. Tidak hanya kulit, sinar ultraviolet C ini juga mampu membunuh virus dan bakteri, sehingga lampu UV C digunakan pada berbagai alat sterilisasi. Secara alami, sinar UV tidak dapat menembus lapisan ozon sehingga tidak bisa mencapai permukaan bumi. Meskipun sinar ultraviolet terdengar menakutkan, tetapi pada dasarnya manusia dan makhluk hidup memerlukan sinar ini. Mari kita lihat manfaat sinar ultraviolet bagi kesehatan. 1. Membantu produksi Vitamin DPernah dengar bahwa tubuh tidak bisa menghasilkan vitamin D sehingga kita butuh berjemur? Ya, paparan sinar ultraviolet dibutuhkan untuk mengubah pro-vitamin D dalam tubuh menjadi Vitamin D. Vitamin D sendiri membantu penyerapan kalsium dan fosfor di usus untuk memperkuat tulang, gigi, dan otot. Vitamin D juga dibutuhkan untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Ada baiknya untuk tidak menghindari sinar UV terus menerus, biasakan untuk beraktivitas di luar ruangan dengan perlindungan sunscreen. 2. Meningkatkan sistem imun tubuhSinat ultraviolet dapat meningkatkan sistem imun tubuh dengan menghasilkan lebih banyak sel darah putih yang menjadi benteng perlindungan tubuh dari Memperbaiki kualitas tidur Paparan sinar ultraviolet juga dapat merangsang produksi hormon melatonin dalam tubuh sehingga tidur menjadi lebih berkualitas. 4. Mencegah depresi Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan menurunkan hormon serotonin di dalam tubuh sehingga kita lebih mudah terkena depresi. Berjemur 5-10 menit perhari dapat membantu memproduksi hormon serotonin lho! 5. Mengurangi risiko beberapa jenis kankerPaparan sinar ultraviolet berlebih memang bisa memicu kanker kulit, tetapi dalam jumlah yang tepat, sinar ultraviolet justru bermanfaat untuk mencegah beberapa penyakit kanker seperti kanker prostat, kanker pankreas, kanker ovarium, kanker usus besar, dan kanker getah bening. Bahaya Sinar Ultraviolet bagi Kesehatan1. Kulit terbakar Paparan sinar ultraviolet berlebih dan intens tanpa perlindungan tabir surya dapat menyebabkan kulit terbakar sehingga tampak kemerahan, terasa perih, nyeri, bengkak, bahkan tak jarang melepuh hingga terdapat cairan di Kulit menggelapBagi sebagian orang dengan melanin tinggi, mungkin sinar ultraviolet tidak membuat kulitnya terbakar tapi hanya menggelap. 3. Mempercepat munculnya tanda penuaanPaparan sinar ultraviolet terutama UV A dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan seperti bintik hitam, garis halus, dan keriput. Hal ini diakibatkan karena rusaknya kolagen dan elastin. 4. Meningkatkan risiko kanker kulit Paparan sinar UV B juga dapat menyebabkan kulit terbakar dan merusak DNA sehingga menyebabkan kanker kulit jika terus menerus terpapar sinar ultraviolet dalam jangka Merusak mataMenatap sinat ultraviolet tanpa perlindungan seperti kaca mata hitam dapat menyebabkan katarak akibat rusaknya retina. 6. Mengubah warna rambut Rambut pun bisa terkena dampak sinar ultraviolet. Bahaya sinar UV bagi rambut adalah membuat rambut menjadi lebih kusam, kasar, dan kemudian mengubah pigmen rambut menjadi Mencegah Bahaya Sinar UltravioletSebagai manusia, ada baiknya kita lebih bijak dalam menanggapi manfaat dan bahaya sinar ultraviolet. Simak beberapa tips yang bisa kamu lakukan! Aplikasikan tabir surya dengan minimal SPF 30 PA++ untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet. Biarkan 15 menit sebelum beraktivitas agar tabir surya lebih efektif. Lakukan pemakaian ulang setelah terkena air atau 2 jam sekali. Cek kedaluwarsa tabir surya secara tabir surya di tempat yang terhindar dari sinar matahari dan panasBerjemurlah di antara jam - pagi selama 2-3 kali seminggu dan tetap gunakan tabir surya. Gunakan pelindung lain seperti topi, kaca mata hitam, dan baju saat beraktivitas di bawah paparan sinar ultraviolet. Konsumsi makanan tinggi astaxanthin dan vitamin C untuk bantu lindungi kulit Nah buat kamu yang pengen kulit lebih cerah, bisa coba rutin konsumsi Realfood Jelly Lychee Glutabright sebagai snack kamu nih! Diperkaya dengan strawberry extract, vitamin C, dan L-glutation untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet sekaligus menutrisi kulitmu dari dalam. Yuk, rutin konsumsi dari sekarang!Artikel Terkait LainnyaMengenal Skin Tag dan Cara MenghilangkannyaBikin Mulus! Ini Dia 7 Jenis Masker Wajah untuk KulitmuWajib Tahu! 7 Ciri-ciri Skin Barrier Rusak dan Cara MengatasinyaMengenal Witch Hazel si Cairan Ajaib untuk Rambut

makhluk hidup yang paling peka terhadap sinar ultraviolet adalah